Halloween party ideas 2015


Tibalah Saatnya Aku Terbang

foto oleh Isnan Wijarno
Terbang ke Makasar cukup jauh. Jauhnya membuat saya takut. Maklum, belum pernah naik pesawat dalam jarak jauh. Paling-paling hanya 1 jam, dari Denpasar ke Labuan Bajo pada 2010 yang lalu. Yang ini lebih jauh. 

Takut karena jauh ini membuat saya membayangkan jatuhnya pesawat Adam Air beberapa tahun silam. Saat itu, pesawat Adam terbang dari Surabaya ke Makasar. Dan, sebelum tiba di Makasar, pesawat jatuh. Banyak korban meninggal dunia.

Saya ingat peristiwa itu dan merasa takut. Takut mengalami hal serupa. Saya takut tetapi saya berharap saya tidak seperti itu. Saya tidak mengalami itu. Saya ingin agar pesawat kami tiba di Makasar dengan selamat.

Pukul 4.45, saya diantar oleh sahabat saya ke Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta. Pagi-pagi sekali. Sebab, pesawat Express Air akan berangkat pukul 6 pagi dari Yogyakarta. Yogyakarta masih dingin di pagi ini. Bahkan, petugas portal di depan rumah kami pun tidak membuka portalnya. Gemboknya dibuka tetapi portalnya dibiarkan tertutup. Mungkin dia punya maksud tertentu. Pagi itu memang dingin dan banyak orang yang tidak mau bepergian dalam suasana dingin. Tetapi, tidak demikian dengan para penjual di pasar di depan rumah kami. Mereka sudah datang di pasar. Menggelar dagangannya.

Saya check-in di tempat CI Express Air. Diterima oleh petugas CI. Dua cewek dan 1 cowok. Saya menunjukkan tiket booking beserta KTP. Diterima dan keluarlah bukti CI. Saya menuju ruang tunggu. Saya membayar terlebih dulu biaya untuk asuransi. Biayanya Rp. 30.000. Lalu, saya masuk ruang pemeriksaan untuk kedua kalinya. Di ruang pemeriksaan pertama di pintu masuk bandara, saya diperiksa. Dan, lolos. Tidak ada kendala yang memberatkan. Di ruang pemeriksaan kedua ini juga lancar. Tas besar dan tas kecil dimasukkan dalam ruang pemeriksaan. Dan, keluar dengan bersih tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut.

Sekujur tubuh saya yang diintai sinar khusus pun tidak masalah. Saya lewat pintu pemeriksaan tanpa ada kecurigaan. Memang saya tidak membawa benda yang mencurigakan dan merugikan seperti narkoba.

Di ruang tunggu, saya duduk selama lebih kurang 45 menit. Kemudian, kami menuju pesawat Express Air. Ketika tiba waktunya kami bertolak ke Bandara Internasioanl Juanda Surabaya. Perjalanan ke sana ditempuh selama 1 jam 10 menit.

Di sana kami berhenti sebentar. Kami yang menuju Makasar tidak diperkenankan turun dari pesawat. Kami tetap di dalam pesawat. Penumpang lain naik di sini yang menuju Makasar dan beberapa kota di Maluku dan Papua. Setelahnya kami etrbang menuju Makasar.

Perjalanan ini juga ditempuh hampir 1 jam. Dalam perjalanan ini, kru pesawat membagikan makanan. Kami menikmati 1 roti, 1 kue, dan 1 aqua gelas. Asyik juga menikmati semua ini di atas pesawat. Sambil menikmati pemandangan di bawah, di darat dan laut. Indah.

Tiba di Makasar sekitar pukul 10 WITA. Saya dijemput oleh saudara sepupu saya. naik motor selama lebih kurang 1,5 jam. Jalanan lancar tetapi berlubang. Pantat sampai sakit duduk di atas motor. Juga debu karena jalan ini dilalui oleh truk. Setelah semuanya lewat, kami tiba di rumah bapa kecil saya.

Sore hari kami berangkat menuju Seminari Petrus Claver, Mariso, Makasar. Di sini saya akan mengadakan tes untuk seorang siswa seminari. Saya menginap di sini selama 2 malam. Perjalanan hari ini sungguh menarik. (bersambung)

PA, 2/5/13

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.